
ATURAN PELAKSANAAN :
OLAH RAGA BADAN DAGING MELIHAT LANGIT BIRU
A. TAHAP PERSIAPAN
I. Berdiri tegak, tumit rapat, ujung kaki agak terbuka, lengan di samping badan, semua otot-otot dalam keadaan lemas dan kendor. Hubungkan diri, pikiran dan perasaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sadarilah bahwa Tubuh Daging adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang hidup, keramat dan sempurna.
II. Berhasratlah untuk MENGHIDUPKAN TUBUH DAGING dengan memusatkan pikiran dan pandangan mata pada tubuh. Timbulkan rasa hormat dan kasih pada Tubuh Daging sendiri, sambil meraba dengan kedua tangan seluruh bagian tubuh, (seolah-olah kulit terkelupas).
[Untuk keseragaman lakukan dengan cara :
• Taruh tangan kiri di atas tangan kanan dan gerakkan perlahan-lahan meraba seluruh lengan hingga bahu.
• Taruh tangan kanan di atas tangan kiri dan gerakkan perlahan-lahan meraba seluruh lengan hingga bahu.
• Letakkan kedua tangan di dada dan gerakkan perlahan-lahan ke bawah meraba seluruh badan, paha hingga kaki.
• Gerakkan tangan ke atas menyentuh bagian belakang mulai dari kaki, paha, badan bagian belakang/punggung, leher hingga kepala].
Dengan kedua tangan menutupi muka, berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Bayangkan wajah sendiri, serta hayati bahwa Tubuh Daging sebagai Ciptaan Hidup penuh oleh daya hidup dari alam semesta.
Hubungkan pikiran dengan langit biru beserta matahari, bintang-bintang dan planit-planit.
III. Busungkan rongga dada dengan menghirup nafas sebanyak-banyaknya, dan tegangkan seluruh tubuh. Tulang pinggang/pinggul diayunkan ke belakang dengan mengencangkan otot-otot perut bagian bawah dan pinggang bagian belakang, dan pertahankan tulang ekor menegang. Mata dipancangkan lurus kedepan. Bernafaslah biasa. Inilah sikap dasar ORHIBA. Pertahankan sikap ini selama beregerak.
Kuatkan hasrat di pusat dada untuk berolah raga supaya Tubuh Daging HIDUP dan senantiasa HIDUP.
B. TAHAP GERAKAN
Kedua belah tangan diayunkan dengan kencang kemuka, ke atas, ke belakang dan ke bawah. Gerakan lengan ini diikuti dengan naik-turunnya tumit. Tumit diangkat sedikit (kuang lebih 2 cm) saat lengan digerakkan ke atas dan tumit diturunkan pada saat lengan bergerak turun. Bersamaan dengan tumit diturunkan tekanan pada tulang ekor ditambah.
Gerakan ini dilakukan pada tingkat permulaan sekitar 25 kali putaran. Lambat laun banyak putaran dinaikkan hingga mencapai 200 putaran.
C. TAHAP PENUTUP
Setelah selesai dengan gerakan putaran lengan dengan jumlah mana pun menurut aturan di atas, maka kembalilah pada sikap tahap permulaan, dengan rongga dada masih dibusungkan, tulang pinggul kembali biasa.
Pertahankan sejenak sikap ini. Kemudian turunkan rongga dada. Dengan memperhatikan Tubuh Daging tutup latihan dengan sekali lagi mengamat-amati dan meraba-raba seluruh bagian tubuh seperti yang dilakukan pada tahap permulaan (A. I di atas), sambil mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kita telah dapat memenuhi kewajiban memelihara dan merawat Tubuh Daging berdasarkan Kurnia yang telah dilimpahkanNYA.
ATURAN HIDUP :
Lakukanlah Olah Raga Badan Daging Melihat Langit Biru sebagaimana aturan di atas, dengan tekad atau niat yang kuat, paling kurang tiga, empat atau lima kali sehari. Masing-masing harus menetapkan dalam batin sendiri berapa kali akan berolah raga setiap harinya. Usahakan agar ketetapan berolah raga berapa kali sehari itu ditaati dengan disiplin, serta agar tidak ada hari yang kosong.
Kalau sudah mampu memutar lengan 200 kali putaran, pertahankan banyak kali putaran tersebut setiap kali berolah raga. Tidak ada halangan kalau mau mengambil putaran lengan lebih dari 200 kali putaran, tetapi harus setiap kali berolah raga mengambil putaran sejumlah yang dipilih itu.