Senin, 17 Oktober 2011

ORHIBA

Pada prinsipnya pelaksanaan ORHIBA adalah mencintai Badan Daging, karena meyakini bahwa Badan Daging adalah Ciptaan Hidup dari Tuhan Yang Maha Esa. Agar Badan Daging bangkit hidup sesuai dengan Haknya, sebagaimana kehendakNYA menciptakan Badan Daging. Setelah mencintainya perlu menumbuhkan niat (Hasrat) agar Badan Daging Hidup sesuai dengan Haknya.Bergeraklah dengan terlebih dahulu menegangkan badan secara merata, dari ujung kaki hingga kepala. Gerkannya hanya memutar lengan dengan putaran yang beraturan. Berikut ini adalah aturan/cara melakukan Olah Raga Badan Daging Melihat Langit Biru.

ATURAN (CARA) PELAKSANAAN :

OLAH RAGA BADAN DAGING MELIHAT LANGIT BIRU


A. TAHAP PERSIAPAN

I. Berdiri tegak, tumit rapat, ujung kaki agak terbuka, lengan di samping badan, semua otot-otot dalam keadaan lemas dan kendor. Hubungkan diri, pikiran dan perasaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sadarilah bahwa Tubuh Daging adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang hidup, keramat dan sempurna.

II. Dengan memusatkan pikiran dan pandangan mata pada badan daging (seolah-olah kulit terkelupas) timbulkan rasa hormat dan kasih pada Tubuh Daging sendiri, sambil meraba dengan kedua tangan seluruh bagian tubuh.

Dengan kedua tangan menutupi muka, berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Bayangkan wajah sendiri, serta hayati bahwa Tubuh Daging sebagai Ciptaan Hidup penuh oleh daya hidup dari alam semesta.

Hubungkan pikiran dengan langit biru beserta matahari, bintang-bintang dan planit-planit.

III. Busungkan rongga dada dengan menghirup nafas sebanyak-banyaknya, dan tegangkan seluruh tubuh. Tulang pinggang/pinggul diayunkan ke belakang dengan mengencangkan otot-otot perut bagian bawah dan pinggang bagian belakang, dan pertahankan tulang ekor menegang. Mata dipancangkan lurus kedepan. Bernafaslah biasa. Inilah sikap dasar ORHIBA. Pertahankan sikap ini selama beregerak.

Kuatkan hasrat di pusat dada untuk berolah raga supaya Tubuh Daging HIDUP dan senantiasa HIDUP.

B. TAHAP GERAKAN

Kedua belah tangan diayunkan dengan kencang kemuka, ke atas, ke belakang dan ke bawah. Gerakan lengan ini diikuti dengan naik-turunnya tumit. Tumit diangkat sedikit (kuang lebih 2 cm) saat lengan digerakkan ke atas dan tumit diturunkan pada saat lengan bergerak turun. Bersamaan dengan tumit diturunkan tekanan pada tulang ekor ditambah.

Gerakan ini dilakukan pada tingkat permulaan sekitar 25 kali putaran. Lambat laun banyak putaran dinaikkan hingga mencapai 200 putaran. Jumlah 200 putaran ini merupakan putaran yang baku,dipertahankan terus. Boleh saja kalau mau ditingkatkan menjadi berapa pun di atas 200 putaran, misalnya 300 putaran, tetapi setiap kali berolah raga capailah jumlah yang dipilih itu. Jangan dinaik turunkan.


C. TAHAP PENUTUP

Setelah selesai dengan gerakan putaran lengan dengan jumlah mana pun menurut aturan di atas, maka kembalilah pada sikap tahap permulaan, dengan rongga dada masih dibusungkan, tulang pinggul kembali biasa.
Pertahankan sejenak sikap ini. Kemudian turunkan rongga dada. Dengan memperhatikan Tubuh Daging tutup latihan dengan sekali lagi mengamat-amati dan meraba-raba seluruh bagian tubuh seperti yang dilakukan pada tahap permulaan (A. I di atas), sambil mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kita telah dapat memenuhi kewajiban memelihara dan merawat Tubuh Daging berdasarkan Kurnia yang telah dilimpahkanNYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar