Senin, 17 Oktober 2011

Wawasan Baru Tentang Badan Daging

Dalam ajaran yang bertujuan menyempurnakan roh atau jiwa, badan daging diyakini sebagai alat atau rumah atau kendaraan bagi roh/jiwa menuju tingkat-tingkat kesempurnaan sebagai roh atau jiwa.
Oleh karena roh/jiwa yang ada dalam kehidupan kita belum sempurna, maka roh/jiwa belum dapat memelihara badan daging dengan baik, sehingga badan mengalami kerusakan. Pengrusakan terjadi melalui munculnya penyakit-penyakit yang bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Akhirnya badan rusak dan manusia dikatakan mati. Kematian terjadi karena badan daging itu rusak. Pada 2000 tahun yang lalu hadir Yesus yang mengajarkan bahwa "siapa yang percaya kepadaKU, baginya hidup yang kekal". Namun oleh kenyataan bahwa belum ada setelah Yesus ada manusia yang dapat bangkit dari kematian, manusia sukar meyakini kebenaran bahwa manusia dapat memelihara badan untuk hidup kekal.
Sekarang sudah ada kesadaran baru yang muncul, bahwa badan daging sendiri ada hak hidupnya, walau pun tidak ada jiwa di dalamnya. Hal itu dapat ditelusuri pada keberadaan jabang bayi dalam rahim. Apakah pada jabang bayi itu ada ingatan, perasaan, pikiran atau jiwa. Tidak ada jiwa padanya. Tetapi bukankah jabang bayi itu hidup? Itulah gambaran tentang maksud dari pernyataan bahwa "Badan Daging itu Ciptaan yang mempunyai Hak Hidup".
Dengan Jalan ORHIBA, yang dijalankan dengan yakin akan kebenaran dari Tuhan Yang Maha Esa, sebagai awal dari segala kejadian, dengan melakukan ORHIBA sesuai cara/ aturannya, serta dilakukan dengan sungguh-sungguh, HaK Hidup Badan Daging itu dapat dimiliki kembali oleh Badan Daging. Dengan kebangkitan Badan Daging, kesehatan dapat ditingkatkan, dengan demikian usia dapat diperpanjang. Perpanjangan usia perlu bagi kita untuk memperpanjang kesempatan memperbaiki diri agar semakin dapat menjalani kehidupan di Jalan Tuhan.
Marilah kita tekun ber-ORHIBA, dengan semboyan "Tiada Hari Tanpa ORHIBA".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar